Sudah menjadi rahasia umum bahwa
penulis yang dahulu memakai nama "A. Muchlis", ialah M. Natsir,
yang kemudian menjadi Ketua Umum partai politik Islam Masyumi, dan pernah menjadi
Perdana Menteri pada mula terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada
tahun 1950. Dia menulis di majalah Panji Islam dan juga majalah
Pedoman Masjarakat.
![]() |
| image from: rioapinino.blogspot.com |
Tulisannya yang
berisi dan mendalam dengan susunan yang berirama dan menarik hati, sangatlah
memikat perhatian para pembaca. Bukan saja karena kata-kata-nya yang terpilih, yang
disusun menurut caranya yang tersendiri itu, melainkan lebih utama lagi karena
isinya yang "bernas mengenai soal2 sosial, ekonomi dan politik yang menjadi kebutuhan bangsa kita pada waktu
itu.
Semuanya dijiwainya dengan semangat
dan ideologi Islam yang menjadi pegangan hidupnya. Dia tampil kedepan. Dia
mengetahui betul kapan dia harus berteriak memberi komando untuk memimpin perjuangan
bangsanya, dan dia tahu pula kapanmasanya dia berkelakar dan bergembira untuk menghibur,
membangkit semangat baru bagi perjuangan. Dengan lain perkataan, dia tahu waktunya
untuk membunyikan terompet dengan genderang perang, jika ia hendak menghadapi
lawan yang menentang cita2 Islam, baik terhadap bangsa penjajah maupun terhadap
bangsa sendiri yang belum menginsafi akan ideology Islam itu.








