Label

Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Juli 2012

Diskusi Agraris Menanti Berbuka

Dalam suasana menanti berbuka puasa, BEM Unila mengadakan diskusi terkait pertanian dan agraris, di Pondok Kelapa, Selasa (24-07-12). Hadir anggota dewan DPR RI bidang pertanian Sudin, SE, Dekan FP Wan Abbas, dan dimoderatori oleh presiden BEM U KBM Unila Arjun Fatahillah.

"25 tahun lalu, Vietnam belajar tani dari Indonesia. Tapi sat ini kita impor beras dari mereka. Kita pun masih impor ikan, ikan kembung dan tongkol. Bayangkan kita punya laut luas, tapi masih impor ikan. Yang jadi kendala adalah biaya transportasi di Indonesia. Biaya angkut hasil ikan dari Papua ke Jakarta, lebih mahal jika dibanding mengimpor dari Cina."

Senin, 26 Maret 2012

Mukerda KAMMI Lampung: Saatnya Menjadi Bangsa Mandiri


Walikota BDL Herman HN
bersama Ketua KAMMI Lampung Hadi Prayitno
Kalau pemuda dekat dan kuat dengan agamanya, maka mereka tidak akan terpengaruh oleh hal-hal yang negatif seperti narkoba dan sebagainya. Dengan pemuda yang kuat tersebut, maka mereka bersama pemerintah dapat membangun bangsa yang kuat dan mandiri. Itulah yang disampaikan oleh walikota Bandar lampung Herman HN saat membuka Studium General Mukerda (Musyawarah Kerja Daerah) KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) daerah Lampung. “Marilah membangun bersama saya. Saya sangat setuju dengan adik-adik mahasiswa. Saya ingin adik-adik ini belajar untuk dekat dengan masyarakat. Saya ingin bersama pemuda membangun masyarakat” ujar Herman menjelaskan harapannya terhadap mahasiswa.

Kamis, 26 Januari 2012

Forkom Unila Tolak Kebijakan Sepihak Rektor

Dalam sebuah Negara demokrasi, menerapkan kebijakan sepihak merupakan sebuah kesalahan besar. Dan inilah yang telah dilakukan oleh rektor Unila, yaitu membangun kantong parkir di belakang rektorat tanpa pernah sebelumnya mengomunikasikan terlebih dahulu dengan mahasiswa dan UKM yang ada. Mirisnya, kejadian ini merupakan yang kedua kali, dimana yang pertama adalah pembangunan Bank Lampung di Gedung PKM Unila.

Diskusi Bahaya Formalisasi Agama


Jumat (20/01/2012) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unila bersama Komunitas Rumput Hijau Unila (Karuni) mengadakan diskusi dengan tema “Integritas Islam Transnasional atas Eksistensi Keislaman Lokal”. Diskusi yang digelar pukul 16.00 WIB di halaman belakang rektorat Unila ini menghadirkan 3 orang pembicara: Dosen Tata Negara Fakultas Hukum Unila M. Iwan Satriawan, SH. MH, Aktivis HTI Warji, dan Sekretaris Jendral KAMMI Unila Basrin Alfarizi.

Rabu, 16 November 2011

Negara-negara yang Tidak Mengenal Facebook


Di jaman modern dan global saat ini, yang mana akses berita sangat mudah, ternyata masih ada Negara yang tidak mengenal Facebook. Mungkin yang lebih tepatnya bukan tidak mengenal secara harfiah, tetapi maksudnya adalah masyarakat dari Negara tersebut yang tidak familiar menggunakan situs sosial nomor satu di dunia ini.

Diakui memang, demam Facebook masih melanda beberapa negara di dunia, Termasuk Indonesia. Banyak muda-mudi, orang tua, anak-anak yang rela meluangkan waktunya untuk mengakses Facebook. Bahkan meskipun itu ketika dalam waktu kerja kantor atau ketika sedang mengikuti perkuliahan di kelas.

Situs jejaring sosial Facebook ini memang cukup banyak penggunanya, namun di negara seperti di China dan di Iran, Facebook ini kurang diminati. Salah satu kenapa Facebook kurang penting di kedua Negara tersebut adalah mungkin karena pemerintah kedua Negara tersebut memang memblokir atau membatasi situs-situs jejaring sosial berkelas internasional seperti Facebook dan Twitter ini sehingga secara langsung warganya tidak bisa mengakses Facebook secara bebas. Berikut tampilan gambar dari situs pemeringkat Alexa, yang menjelaskan bahwa situs jejaring sosial baik Facebook maupun Twitter tidak ngetop sama sekali dan tidak berada dalam jajaran atas seperti di Negara-negara lain pada umumnya.






Sebenarnya Negara yang memblokir maupun membatasi akses ke situs jejaring sosial ini bukan hanya China dan Iran. Ada banyak Negara yang pernah melakukan pemblokiran terhadap situs Facebook maupun Twitter. Sebut saja seperti Mesir, Vietnam, Bangladesh, Pakistan, Aljazair. Mayoritas alasan Negara-negara tersebut memblokir situs jejaring sosial hampir seragam, yakni terkait dengan stabilitas keamanan nasional.

Masih kita ingat tentunya ketika gelombang demonstrasi menggulung Mesir untuk menjatuhkan sang pemimpin diktator, pemerintahan Hosni Mubarak melakukan pemblokiran terhadap Situs jejaring sosial yang ada, terutama Twitter. Dan di Aljazair (Algeria), pemblokiran situs jejaring sosial dilakukan karena gelombang demonstrasi juga yang dilakukan oleh aktivis untuk mengecam pemerintah yang menaikkan harga bahan makanan.

Berbeda dengan Pakistan dan Bangladesh, otoritas telekomunikasi Negara tersebut memblokir dua situs jejaring sosial dan video, Facebook dan Youtube terkait munculnya Fan page 'Everybody Draw Mohammad Day' yang menyebarkan seruan untuk menggambar sketsa Nabi Muhammad dan mempostingnya di Facebook.

Namun kini situs jejaring sosial di keempat Negara ini sudah terbuka kembali, dan menempati peringkat cukup teratas. Bisa dicek melalui situs pemeringkat Alexa juga, disini, sini, sini, dan sini.

Nah, kalau sudah begini, tentunya kita sadar bahwa betapa besarnya peran media sosial di jaman global ini, Yakni menyampaikan informasi secara cepat. Kedua, dapat membentuk opini masyarakat. Dan yang ketiga, yang sangat inti, media sosial dapat menimbulkan perlawanan publik. Inilah yang di mata pemerintah sangat berbahaya. Dan dengan mengetahui ini, maka kita bisa menyimpulkan apa yang bisa kita lakukan dengan media sosial untuk sebuah pergerakan. Semoga bermanfaat.


Kamis, 22 September 2011

Mahasiswa UNILA Bentrok, Belasan Mobil Hancur

Siang tadi sebuah update status teman di Facebook mengabarkan bahwa terjadi bentrokan antar mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas FISIP. Saya pun penasaran. Sorenya dengan sepeda motor, berdua dengan teman saya melintasi “Segitiga Bermuda” Fakultas Teknik, Ekonomi, dan FISIP tersebut. Banyak polisi yang berjaga-jaga di sekitaran tersebut. Tampak batu-batu paving blok berserakan mengotori jalanan Fakultas Ekonomi. Yang bentrok memang Fakultas Teknik dan FISIP, namun karena Fakultas Ekonomi terletak di antara keduanya, maka Fakultas Ekonomi ikut menjadi korban pertempuran.

Berdasarkan penuturan seorang teman (yang mendapatkan ceritanya langsung dari seorang member tawuran tersebut), hal ini bermula sebab konvoi arak-arakan wisudawan tadi siang. Hari ini memang ada acara wisudaan universitas lampung. Ketika anak-anak Teknik sedang konvoi mengarak para senior mereka yang wisuda, rombongan ini berpapasan dengan konvoian FISIP. Dari sinilah semua bermula, ketika berpapasan inilah anak-anak FISIP menggeber-geber motornya. Sesaat kemudian, terjadilah senggolan motor antara mahasiswa dua kubu tersebut, dan mereka terjatuh. Seorang anak FISIP pun memukulkan helemnya kepada anak Teknik tersebut. Tidak seperti biasanya, gangster Teknik yang terkenal sangar ini memilih lewat begitu saja, tidak berniat untuk menghabisi lawan ketika itu juga. Mereka hanya membawa helem yang digunakan untuk memukulnya tersebut sebagai barang bukti, dan berlalu. Keputusan mereka adalah mengantar para senior yang mereka arak ke Fakultas, baru kemudian berkumpul untuk mengatur strategi.

Disaat rombongan Teknik tersebut menuju FISIP, ternyata anak-nak FISIP pun sudah berkumpul membentuk massa untuk menyambut kedatangan rombongan Teknik. Ketika rombongan Teknik ini sampai di FISIP, dekan FISIP berusaha mengintermediasi. Namun massa Teknik tetap menyuarakan bahwa mereka hanya ingin anak FISIP yang memukul mereka tadi menyerahkan diri dan meminta maaf. Disaat mereka sedang berdialog dengan dekan FISIP tersebut, beberapa orang dari massa Teknik ini melihat pelaku pemukulan tadi diantara massa FISIP, mereka pun berteriak dan menunjuk pelaku tersebut. Mengetahui dirinya dikenali, pelaku ini masuk ke gedung A. Lucunya, ia keluar lagi dan masuk ke kerumunan dengan mengenakan baju yang berbeda, berharap tidak dikenali lagi. Namun massa Teknik ini mengenal jelas pelaku tersebut, dan semakin berkeras agar tuntutan mereka diterima. Ditengah hiruk pikuk ini, ada seseorang entah darimana yang melemparkan batu ke arah kerumunan massa Teknik. Dan, belum. pertempuran masih belum dimulai. massa Teknik mundur.

Ternyata mereka mundur mengumpulkan amunisi. Sejenak kemudian akhirnya mereka kembali ke FISIP. Pertempuran pun pecah. Bersliweranlah batu-batu dan paving blok di langit FISIP. Kaca-kaca gedung A dan B FISIP pecah. Mobil-mobil yang terparkir di FISIP, kacanya hancur, tak terkecuali motor-motor yang juga ada di sana. Radius medan pertempuran pun meluas hingga ke Fakultas Ekonomi, Fakultas yang berada di antara kedua Fakultas tersebut.

Kerugian bukan hanya sepuluhan mobil mahasiswa dan dosen, serta beberapa motor yang hancur, tetapi juga laptop dan berbagai barang berharga di dalam mobil yang hancur pun ikut raib. Helem yang ada di motor-motor pun lenyap, diambil oleh massa untuk melindungi kepala mereka. Dan kabarnya, laptop dekan FISIP di ruangannya pun ikut hilang, ketik ditinggalkannya untuk menengahi kejadian ini.

Ada satu lagi hal yang lucu. Ada kabarnya anak-anak Teknik sebagian mempersenjatai diri dengan martil. Bukan untuk memukuli kepala lawan, tetapi sekedar untuk mengetoki kaca-kaca yang ada hingga pecah.
Dan satu hal yang ironis, dalam sambutannya untuk wisudawan siang tadi, Gubernur Lampung menyatakan sangat bangga dengan Universitas Lampung, karena tidak pernah terjadi ribut-ribut tawuran seperti di kampus-kampus di luar sana. Istilahnya, peristiwa tak diinginkan tersebut terjadi, sebelum kering benar air liur sang gubernur berujar.


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...